Memangkas Rantai Distribusi Pangan dengan Teknologi

Untuk menstabilisasi harga pangan, pemerintah perlu memangkas rantai distribusi pangan sehingga mendekatkan petani ke konsumen akhir. Apa saja teknologi yang akan diperlukan pemerintah?

Panjangnya rantai distribusi komoditas pangan masih menjadi penyebab volatilitas pada harga pangan. Sebelum mencapai konsumen akhir, saat ini pasokan pangan harus melewati berbagai pihak: mulai dari petani, penggilingan, distributor, sub-distributor, agen, sub-agen, pedagang grosir, ke pedagang eceran, dan pada akhirnya berdampak pada harga pangan yang sulit dikendalikan.

Salah satu upaya yang dicetus oleh pemerintah untuk menstabilitasi harga pangan pokok adalah dengan pengadaan Toko Tani Indonesia, sebuah program yang mendekatkan para penghasil pangan ke konsumen dengan memangkas rantai distribusi tersebut.

Upaya pemangkasan rantai distribusi juga digerakkan oleh beberapa UKM di Indonesia menggunakan inovasi teknologi seperti Tani Hub dan Sikumis.com, di mana petani, nelayan, dan peternak dapat mendaftarkan diri secara online dan menjual komoditasnya langsung ke pasar ataupun usaha-usaha seperti restoran atau perhotelan.

Untuk mendukung realisasi program ini dan secara efektif mensosialisaikan cara pengikutsertaannya ke penghasil pangan, pemerintah akan perlu mengutilasikan solusi kolaborasi unified communications, yang mudah digunakan tak hanya oleh para penghasil pangan tapi juga oleh pegawai pemerintah yang menjalankan gerakan ini.

Dengan penggunaan solusi yang terintegrasi, solusi unified communications menghadirkan kemudahan bagi pegawai pemerintah dari lokasi terpencil sekalipun untuk secara real-time berinteraksi dengan pegawai di lokasi lain ataupun para koordinator program seperti Toko Tani yang tersebar di seluruh Indonesia melalui panggilan video ataupun konferensi online. Solusi yang hemat biaya ini bisa membantu menghilangkan hambatan komunikasi internal saat mensosialisasikan program ke penghasil pangan.

Karena rendahnya pemahaman teknologi di antara petani, nelayan, peternak, dan penghasil pangan lainnya, solusi berbasis cloud memungkinkan para pegawai pemerintah untuk membantu mendaftarkan dan mengunggahkan profil mereka ke server berbasis cloud yang dapat secara aman diakses oleh berbagai pihak bersangkutan seperti pemerintah pusat, coordinator program semacam Toko Tani, ataupun marketplace seperti Tani Hub dan Sikumis, yang berpotensi mendatangkan sumber pendapatan tambahan bagi petani, nelayan, dan peternak.

Dengan penggunaan solusi customer service yang terintegrasi, pegawai pemerintah dapat secara langsung mencatat dan mengawasi segala jenis keluh kesah yang dihadapi para penghasil pangan saat menggunakan teknologi untuk mendaftarkan dan menjual komoditas langsung ke pasar. Berdasarkan laporan yang diciptakan secara otomatis oleh software customer service ini, pemerintah dapat langsung menindaklanjuti setiap kendala dan merancang program yang semakin efisien bagi penghasil pangan.

Teknologi unified communications, cloud, dan customer service seperti yang disebut di atas telah diaplikasikan oleh Alcatel Lucent Enterprise di lebih dari 130 kota di seluruh dunia, sehingga tentunya bisa membantu pemerintah Indonesia untuk secara efektif mengimplementasi berbagai program pemangkasan rantai distribusi untuk menurunkan harga pangan.

Teknologi apa lagi yang seharusnya digunakan pemerintah untuk pemangkasan rantai distribusi pangan ini? Silahkan tuliskan ide Anda di bawah ini.

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.