Sertifikasi Berbasis TI Untuk Tenaga Kerja Pemerintah

Jumlah tenaga kerja muda mencapai 25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jika dibekali sertifikasi berbasis TI, mereka akan memainkan peran penting dalam membantu pemerintah mengembangkan negara. Simak caranya di sini.

Untuk mengikuti meningkatnya kualitas sumber daya manusia di era globalisasi ini, pemerintah kini berupaya mempercepat pengembangan daya saing tenaga kerja muda di Indonesia dengan menyelenggarakan kegiatan sertifikasi kompetensi khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah tenaga kerja muda mencapai 25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Ini menunjukan bahwa di masa yang akan datang, pemuda Indonesia akan memainkan peran penting dalam perkembangan negara.

Salah satu lembaga sertifikasi yang menjalankan pembuktian kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah Lembaga Sertifikasi Profesi berbasis Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (LSP TIK). LSP TIK menangani sertifikasi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk beberapa jenis kompetensi, antara lain kompetensi programming, networking, aplikasi perkantoran, desain grafis, dan multimedia. Para pemuda yang dilengkapi ilmu berbasis Teknologi Informasi ini diharapkan dapat bekerja di instansi atau mitra kerja pemerintah untuk membantu menunjang setiap program yang dicanangkan.

  1. Kompetensi Programming.

Tenaga kerja yang lulus sertifikasi programming ini akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membantu menciptakan sistem SDM terpadu, memonitor aplikasi perkantoran karyawan, serta mengimplementasi solusi keamanan seperti ClearPass dari Alcatel Lucent Enterprise untuk meningkatkan keamanan data pemerintah dari bencana ataupun serangan cyber.

  1. Kompetensi Networking.

Sertifikasi kompetensi networking membekali tenaga kerja muda dengan keterampilan untuk membantu mengembangkan lingkungan kerja pemerintah menggunakan solusi jaringan seperti Software Defined Networking. Dengan solusi ini, mereka dapat menggunakan software untuk mengoptimasikan performa jaringan data center ataupun converged campus yang mereka dicanangkan.

  1. Kompetensi Aplikasi Perkantoran.

Terlatih untuk meningkatkan efisiensi di lingkungan kerja, tenaga kerja yang lulus sertifikasi ini akan dengan mudah mengoperasikan aplikasi perkantoran yang dirancang untuk mendukung kolaborasi antar karyawan pemerintah. Solusi aplikasi perkantoran seperti Unified Communications, contohnya, memberikan karyawan keleluasaan dalam menghubungkan satu sama lain kapanpun melalui panggilan video, mengadakan presentasi online, hingga pengiriman dokumen melalui aplikasi.

  1. Kompetensi Desain Grafis.

Tenaga kerja yang lulus sertifikasi ini akan dapat menciptakan desain visual yang dibutuhkan saat menjalankan berbagai program pemerintah, serta mengenal cara menggunakan sistem penyimpanan media seperti Data Center Switching dalam kesehariannya. Data Center Switching memungkinkan para desainer untuk mengakses materi visual yang mereka perlukan  dari jaringan secara langsung melalui berbagai perangkat seperti laptop, smartphone, ataupun tablet.

  1. Kompetensi Multimedia.

Sertifikasi ini membuktikan kompetensi tenaga kerja dalam pembuatan multimedia seperti animasi, fotografi, pembuatan naskah kartun. Keahlian ini akan diperlukan contohnya dalam pembuatan animasi untuk mensosialisasikan program pemerintah ke warga negara. Tenaga kerja berprofesi ini akan cenderung mobile sehingga sistem penyimpanan data yang fleksibel seperti Cloud Communications and Storage akan sangat menunjang produktifitas mereka. Solusi berbasis cloud ini memungkinkan mereka untuk menyimpan hasil multimedia mereka dari mana saja untuk diakses oleh anggota tim yang membutuhkan bahkan dari luar kantor pun.

Gerakan pengembangan SDM melalui sertifikasi ini diikuti oleh berbagai lembaga selain LSP TIK, dan ini hanyalah salah satu upaya pemerintah untuk memperluas keahlian tenaga kerja Indonesia. Menurut Anda, sertifikasi kompetensi apa lagi yang perlu diterbitkan lembaga-lembaga di masa depan? Mari berdiskusi.

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.