Peran IoT dalam pengembangan MRT & LRT

Seperti yang diketahui, pemerintah kini sedang berencana untuk mengurai kemacetan dengan membangun jalur MRT dan LRT. Inilah teknologi yang akan mempermudah proses pengembangan dan membuat transportasi antarmoda ini lebih nyaman dan aman bagi penumpang.

Setelah berhasil mengurai kemacetan, Singapura kini dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem transportasi terbaik, dengan jalur transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT) yang membentang sepanjang 153 km dan jalur Light Rail Transit (LRT) sepanjang 29 km untuk melayani sekitar 2,8 juta orang setiap harinya.

Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia kini sedang berencana untuk mengurai kemacetan di ibu kota dengan membangun jalur MRT mulai dari Bundaran HI sampai Lebak Bulus dan jalur LRT dari Bogor dan Bekasi. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini semakin banyak dan seakin cepat warga dapat beraktivitas tanpa terjebak kemacetan.

Namun, seperti yang diakui oleh Presiden Joko Widodo, BUMN di Indonesia belum memiliki pengalaman yang besar dalam pembangunan MRT ataupun LRT. Untuk itu, pemerintah perlu secara berkala memantau setiap pembangunan infrastruktur, tentunya hal ini akan dipermudah dengan adanya alih teknologi. Solusi seperti unified communications, contohnya, dapat mempermudah pemerintah untuk memantau perkembangan proyek kapan saja dan langsung berdiskusi dengan kontraktor untuk membuat berbagai keputusan atau perubahan rencana. Rapat bisa diadakan secara online melalui video, dan presentasi atau dokumen dapat dikirim melalui awan (cloud) tanpa adanya hambatan dari perangkat yang digunakan.

Seperti negara maju lainnya, LRT dan MRT dapat diintegrasikan dengan menggunakan Internet of Things (IoT), agar penumpang dapat menikmati sistem transportasi antarmoda yang terhubung serta merasakan konektifitas Network on Demand. Selain itu, dengan penggunaan sensor on-board, on-the-track, dan on-the-road, kondisi jaringan sistem transportasi dapat senantiasa dianalisa dan dirawat seperlunya, sehingga keamanan penumpang dapat terjamin.

Solusi transportasi dan kolaborasi yang lengkap seperti yang disebutkan diatas tak hanya sudah diimplementasi di negara-negara maju, melainkan kini juga sudah dihadirkan di Indonesia oleh pelopor teknologi Alcatel Lucent Enterprise, dan karena mudah diimplementasi, dapat segera diintegrasikan untuk pengembangan proyek ini.

Teknologi jaringan transportasi dari Alcatel Lucent Enterprise dikenal berkualitas tinggi dan pantas untuk proyek besar, karena sudah pernah digunakan pada jaringan terowongan kereta sepanjang 57km yang melintasi pegunungan Alpen Swiss.

Menurut Anda, teknologi apa saja yang perlu diaplikasikan untuk membuat para penumpang MRT dan LRT merasa lebih aman dan nyaman nantinya?

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.