Teknologi Kereta Kecepatan Tinggi untuk Mengurai Kemacetan

Dengan populasi lebih dari 10 juta orang, Jakarta memiliki salah satu tingkat kemacetan terparah di dunia. Ini kenapa pembangunan kereta kecepatan tinggi berpotensi untuk membawa transformasi bagi kondisi ini. Namun bagaimana pemerintah dapat mendukung proyek ini dari segi teknologi? Simak selanjutnya.

Indonesia memiliki populasi lebih dari 260 juta orang, sedangkan Jakarta sendiri memiliki populasi lebih dari 10 juta orang dengan salah satu tingkat kemacetan yang terparah di dunia. Ditambah lagi, sebesar 70 persen polusi udara berasal dari kendaraan di Jakarta.

Kondisi ini adalah alasan mengapa pembangunan moda transportasi seperti kereta super cepat sungguh diperlukan di Indonesia. Moda transportasi kecepatan tinggi sudah menjadi salah satu pilihan moda transportasi utama bagi penduduk di negara maju seperti Singapura dan Jepang, dan bila diimplementasi di Indonesia, berpotensi mengurai kemacetan dalam dan antar kota yang kerap terjadi.

Moda transportasi Ini adalah salah satu contoh bagaimana kondisi lalu lintas dapat ditransformasi menggunakan teknologi transportasi terbaru, dan untuk mengakomodasi dan memperlancar proses koordinasi perencanaan dengan kontraktor, ada baiknya jika pemerintah menggunakan sistem komunikasi yang terpadu, seperti Unified Communications.

Unified Communications adalah solusi komunikasi di mana anggota tim dari pihak pemerintah dan pihak kontraktor pembangunan proyek kereta dapat terhubung melalui software yang diimplementasi pada masing-masing perangkat telepon pintar.

Untuk mobilitas karyawan lapangan, software tersebut akan menghubungkan mereka dengan pusat data (data center) yang berbasis awan dari lokasi konstruksi untuk mengunduh perencanaan apapun secara instan. Software kolaborasi ini juga memungkinkan mereka untuk secara real-time membagikan informasi mengenai perkembangan di lapangan ke pihak-pihak terkait yang juga memiliki akses software tersebut. Solusi kolaborasi seperti ini dihadirkan sebagai solusi Alcatel-Lucent Rainbow, oleh pelopor teknologi Alcatel Lucent Enterprise.

Selain kolaborasi, pemerintah juga dapat melengkapi sistem transportasi kereta super cepat ini dengan Internet of Things (IoT) dan menjadikannya sistem transportasi pintar (Intelligent Transportation System). Teknologi ITS membantu meningkatkan keamanan transportasi dengan penggunaan perangkat seperti sensor, e-toll, layar pengumuman, kamera jalanan, sehingga kondisi moda transportasi ataupun jalurnya dapat selalu dipantau dan mencegah kecelakaan.

Contoh teknologi ITS yang dapat diimplementasi pada kamera super cepat adalah sensor atau kamera yang mendeteksi masalah pada perangkat atau kereta sebelum terjadi, jaringan IP/Ethernet berkapasitas tinggi yang menghubungkan semua perangkat IoT pada jaringan kereta, serta perangkat IoT berkualitas tinggi yang tahan cuaca, getaran, atau tegangan listrik tinggi sekalipun.

Solusi Intelligent Transportation System yang disediakan oleh Alcatel Lucent Enterprise dirancang untuk menyederhanakan arsitektur dengan Intelligent Fabric (iFab) dan Power over Ethernet, dan kemudahan pemasangannya mengurangi waktu konfigurasi serta mempermudah perawatan dalam jangka panjang.

Karena begitu terhubungnya kereta super cepat berkat solusi ITS, moda transportasi ini dapat diintegrasikan dengan jaringan angkutan umum lain, seperti Transjakarta ataupun kereta api konvensional. Inilah yang disebut sebagai jaringan transportasi terpadu.

Teknologi Intelligent Transportation System seperti apa yang Anda harap dapat diimplementasi pada moda transportasi di Indonesia? Silahkan berikan gagasan Anda di bawah ini.

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.