Intelligent Transportation System untuk Mencegah Kecelakaan

Selesainya musim mudik lebaran, bukan berarti kemungkinan kecelakaan dapat berkurang. Kini saatnya pemerintah melakukan pengawasan secara menyeluruh dengan mengaplikasikan jaringan untuk Intelligent Transportation System. Baca selengkapnya di sini.

Usai musim Lebaran, pemerintah masih tetap perlu mengantisipasi dan meminimalisir jumlah kecelakaan, mulai dari melakukan ramp check secara rutin untuk transportasi darat serta inspeksi keselamatan angkutan umum. Bahkan, dengan titik-titik rawan kecelakaan seperti Tol Cikampek dan Tangerang-Merak, Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba menilai hingga kini program zero accident milik pemerintah masih jauh dari sasaran.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan serta mencegah terjadinya kecelakaan adalah dengan menyebarkan informasi kepada pengendara kendaraan pribadi maupun umum mengenai kondisi jalanan dan daerah-daerah yang rawan kecelakaan, melalui media seperti Internet, SMS, billboard digital, dan media sosial.

Selain itu, pemerintah dapat melakukan upaya yang secara jangka panjang lebih efektif, yakni dengan menciptakan sistem transportasi pintar, atau Intelligent Transport System. Sistem ini memungkinkan pemerintah untuk memantau lokasi rawan kecelakaan menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) seperti sensor dan kamera jalanan, ataupun aplikasi perangkat lunak sekalipun.

Namun tentunya, agar Intelligent Transportation System dapat berjalan dan data besar seperti video dapat dikirim oleh perangkat dengan cepat, dibutuhkan jaringan berkapasitas tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan perangkat semua IoT yang digunakan. Jaringan yang digunakan harus dapat mengakomodasi transmisi berkapasitas antara 1-10 Gbps serta berbasis IP/Ethernet, supaya tak hanya dapat mendukung transmisi berkualitas, tapi juga virtual private network (VPN) untuk mengakomodir aplikasi-aplikasi yang akan digunakan.

Karena banyaknya perangkat yang akan digunakan saat mengimplementasi sistem ITS di Jakarta, tenaga listrik yang dibutuhkan jaringan pun tidak sedikit. Untuk itu, pemerintah akan membutuhkan jaringan yang dilengkapi Power over Ethernet (PoE) pada platform jaringannya. Power over Ethernet dapat menyediakan tenaga listrik yang cukup untuk perangkat bertenaga tinggi seperti kamera IP ataupun papan digital yang masing-masing membutuhkan tenaga dari 60W hingga 100W. Dengan adanya Power over Ehternet, kebutuhan perkabelan juga dapat disederhanakan sehingga pemasangan dan perawatan tak lagi rumit dan memakan biaya tinggi.

Pada pengaplikasian ITS, perangkat-perangkat yang digunakan, seperti router dan switch, pastinya akan menghadapi berbagai kondisi ekstrim seperti cuaca, getaran tinggi, ataupun tegangan listrik yang melunjak. Untuk itu, jaringan yang dibutuhkan pemerintah adalah jaringan yang dapat menghubungkan setiap perangkat yang ada di seluruh Jakarta tanpa terganggu oleh masalah teknis yang disebabkan factor cuaca terbuka.

ITS sistem transportasi memang tergolong rumit karena melibatkan banyak perangkat dan tenaga listrik, dan seringkali masalah yang dihadapi pemerintah adalah kurangnya pengertian pegawai mengenai cara instalasi jaringan baru. Itulah mengapa jaringan ITS yang digunakan pemerintah harus memiliki proses implementasi dan perawatan yang mudah dijalankan oleh para pegawai lapangan.

Adanya sistem transportasi pintar tentunya juga akan membuka jalan bagi Opentouch Notification Services, sebuah aplikasi yang akan secara otomatis mengirim notifikasi atau alarm melalui jaringan ITS ke petugas bersangkutan yang ada di sekitar lokasi kecelakaan.

Meski jaringan yang dibutuhkan untuk Intelligent Transportation System masih tergolong teknologi baru di Indonesia, jaringan yang terpadu, tahan cuaca, serta mudah diimplementasi seperti di atas merupakan salah satu solusi yang sudah tersedia di Indonesia oleh Alcatel Lucent Enterprise, dan dapat dibaca selengkapnya di sini.

Seperti yang kita tahu sekarang, jaringan Intelligent Transportation System dan aplikasi Opentouch Notification System adalah contoh teknologi transportasi yang dapat digunakan pemerintah dalam memantau lalu lintas serta mengantisipasi kecelakaan di Indonesia. Menurut Anda, apa sajakah teknologi yang selama ini digunakan oleh pemerintah untuk mencegah kecelakaan, yang dapat lebih dimaksimalkan? Mari berdiskusi.

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.