Teknologi untuk meningkatkan kenyamanan berwisata di Indonesia

Belakangan ini, Indonesia mengalami kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang lebih tinggi dari negara lainnya di Asia Tenggara, dan salah satu kebutuhan wisatawan mancanegara adalah kemudahan dalam mendapatkan informasi saat berwisata. Inilah cara pemerintah dapat menggunakan teknologi untuk membuat berwisata di Indonesia lebih nyaman.

Belakangan ini, Indonesia memang telah mengalami kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang bisa dibilang lebih tinggi dari negara lainnya di Asia Tenggara. Beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan ini adalah harga wisata yang kian kompetitif, kekayaan pesona alam, dan berbagai lokasi warisan budaya yang kini semakin mudah ditemukan di dunia maya.

Dengan ketersediaan informasi yang kian menjadi salah satu kebutuhan wisatawan asing di era digital ini, pemerintahan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus kenyamanan wisatawan dengan bantuan teknologi informasi seperti aplikasi kolaborasi bagi petugas wisata, serta Call Center dan wifi untuk membuat berwisata lebih nyaman.

Di era digital ini, wisatawan mancanegara seringkali mencari tahu lebih banyak tentang destinasi wisata mereka melalui perangkat ponsel pintar mereka. Semakin mudah mereka mendapatkan informasi mengenai sebuah destinasi, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk menjelajahi destinasi tersebut. Salah satu langkah pertama untuk mempermudah pencarian informasi ini adalah dengan melengkapi berbagai destinasi wisata di Indonesia dengan fasilitas wifi. Para wisatawan yang menggunakan fasilitas wifi dapat diarahkan secara otomatis ke sebuah situs di mana mereka dapat menemukan dan juga mengunduh berbagai informasi, seperti brosur elektronik, peta elektronik, buku panduan, ataupun direktori makanan atau destinasi-destinasi lokal lainnya. Namun perlu diingat juga, bahwa kebanyakan wisatawan asing datang dari negara-negara yang memiliki infrastruktur jaringan internet yang lebih maju, sehingga mereka juga akan mengharapkan jaringan wifi yang stabil di lokasi wisata di Indonesia. Tentunya, stabilitas koneksi ini hanya dapat diraih dengan menggunakan access point berkapasitas terbaik serta bercakupan yang lebih luas yang mampu mendukung tingginya penggunaan wifi dari berbagai sudut lokasi wisata yang teramai sekalipun, tanpa gangguan teknis yang biasanya timbul pada access point umum saat penggunaan melunjak.

Melalui wifi yang stabil berkat access point berkapasitas tinggi dan bercakupan luas, pemerintah dapat mengimplementasi sebuah aplikasi yang akan memudahkan dan mempercepat kolaborasi antar petugas yang tersebar di berbagai area lokasi wisata. Karena aplikasi kolaborasi ini diimplementasi pada ponsel pintar petugas, kerjasama antar petugas dalam mengelola lokasi wisata akan terasa lebih mulus. Hal ini akan sangat penting di saat petugas wisata perlu bekerjasama untuk secara cepat membantu wisatawan yang menghadapi masalah.

Selain mengharapkan koneksi yang kuat, wisatawan mancanegara memiliki kecenderungan untuk berbaur dengan penduduk asli untuk mempelajari tradisi dan gaya hidup lokal, namun di wilayah-wilayah Indonesia lainnya yang lebih terpencil, ada kemungkinan mereka akan mengalami kesulitan berbicara dengan penduduk asli mengenai tradisi ataupun rekomendasi atau keterangan tentang sebuah lokasi wisata, disebabkan oleh minimnya keahlian penduduk asli dalam berbahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Ini telah menjadi salah satu penyebab sebagian wisatawan asing lebih memilih berwisata ke Malaysia atau Singapura ketimbang Indonesia. Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah dapat menyerap tenaga kerja yang fasih berbahasa Inggris, dan mengimplementasi teknologi call center terpadu yang dapat dihubungi wisatawan yang membutuhkan bantuan.

Namun, untuk dapat memberikan bantuan secara lebih efektif, teknologi yang diperlukan bukanlah teknologi call-center biasa. Call-center perlu dilengkapi dengan aplikasi yang dapat merekam informasi dari wisatawan yang dapat diakses oleh pegawai call-center lainnya. Informasi ini bisa berupa pertanyaan, keluhan, atau saran dan pendapat dari wisatawan. Berdasarkan informasi yang terkumpulkan ini, analisa kepuasan wisatawan dapat dilakukan untuk setiap lokasi wisata. Selain analisa data yang cepat, tak perlu dipungkiri lagi bahwa adanya sistem call-center ini akan membuat para wisatawan merasa didengar dan setiap keluhan mereka direkam untuk perbaikan layanan objek wisata di masa depan.

Infrastruktur jaringan seperti call-center, aplikasi kolaborasi, serta access point berkepadatan tinggi merupakan investasi jangka panjang, itulah mengapa teknologi yang diimplementasi pemerintah harus dapat mendukung kenyamanan wisatawan yang jumlahnya semakin besar. Karena solusi-solusi di atas sudah dihadirkan di Indonesia oleh Alcatel Lucent Enterprise, upaya-upaya di atas dapat segera diimplementasi pada objek-objek wisata yang paling diminati. Ini adalah salah satu langkah awal dalam penggunaan teknologi untuk membuat pariwisata Indonesia lebih nyaman bagi wisatawan mancanegara.

Selain yang disebut di atas, teknologi apa lagi yang menurut Anda dapat meningkatkan daya tarik dan kenyamanan berwisata di Indonesia?

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.