Peran Kolaborasi Untuk Mendukung Inovasi Generasi Muda

Indonesia dibekali dengan generasi muda yang kreatif, dengan berbagai penemuan dari alat penyaring sampah, hingga lampu hemat energi berbasis bakteri. Jika pemerintah berminat menyerap talenta-talenta ini untuk kepentingan negara, bagaimana caranya mendukung kreatifitas mereka dengan teknologi?

Sesungguhnya Indonesia dibekali dengan generasi anak muda yang bertalenta dan kreatif, dengan berbagai penemuan yang patut diberi penghargaan, seperti alat penyaring sampah di lautan dan sungai, lampu hemat energi berbasis bakteri, hingga mobil listrik ciptaan anak bangsa. Jika diserap dan dikembangkan, generasi muda ini akan menjadi asset berharga untuk berbagai instansi pemerintah. Namun bagaimanakah pemerintah melengkapi lingkungan kerja untuk mendukung keleluasan mereka dalam berkreatifitas dan berinovasi?

Jika diperhatikan, generasi muda ini tidak berkarya sendirian, melainkan mereka juga melibatkan kelompok mereka yang berasal dari berbagai lokasi. Melihat gaya kerja mereka yang berkelompok ini, dukungan yang dapat diberikan pemerintah adalah untuk memudahkan mereka dalam berkolaborasi dari manapun dengan menggunakan aplikasi kolaborasi yang terkini.

Seperti pada umumnya, ide dan inspirasi harus segera dikomunikasikan atau disimpan sebelum menghilang. Dengan menggunakan aplikasi kolaborasi yang diimplementasikan pada ponsel mereka, mereka dapat secara instan menampung ide mereka di aplikasi tersebut untuk dilihat dan dibahas bersama kelompok mereka.

Proses pematangan ide inovasi seringkali melibatkan berbagai dokumen studi kasus, catatan, foto, ataupun video dari berbagai sumber yang perlu dibagikan ke setiap anggota kelompok. Karena itu, aplikasi kolaborasi yang diimplementasikan harus dapat mendukung pengiriman segala jenis dokumen elektronik secara aman dan cepat ke setiap anggota kelompok.

Untuk dapat melakukan diskusi yang mendalam kapanpun dan dimanapun, aplikasi kolaborasi juga memungkinkan anggota kelompok untuk ‘bertemu’ secara virtual melalui fitur panggilan video, dan jika perlu, pengguna aplikasi juga dapat memperlihatkan layar presentasi ataupun rancangan prototipe untuk didiskusikan secara langsung.

Seperti yang sekarang kita ketahui, aplikasi kolaborasi memang dirancang untuk mendukung gaya kerja berkelompok seperti yang dimiliki generasi muda Indonesia yang berkreatifitas. Selain di negara-negara maju lainnya, aplikasi kolaborasi dengan fitur lengkap seperti di atas juga sudah tersedia di Indonesia dengan nama Alcatel Rainbow, disediakan oleh pelopor teknologi Alcatel Lucent Enterprise. Namun selain aplikasi seperti Alcatel Rainbow, teknologi apa lagi yang kira-kira dapat diimplementasi pemerintah untuk mendukung gaya kerja berkelompok ini?

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.