Mengawal Jakarta dari Jakarta Smart City Lounge

Bisakah Jakarta dipantau dari sebuah ruangan? Dengan pemanfaatan teknologi di Jakarta Smart City Lounge, jawabannya bisa.

Jakarta Smart City Lounge pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 28 Desember 2015 dan diluncurkan pada 22 Juni 2016 – bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Jakarta ke-489. Bertempat di Gedung Balai Kota Blok B Lantai 3, ruangan ini dirancang untuk mengakomodasi beragam kepentingan serta menjadi salah satu ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan seluruh pemangku kepentingan Kota Jakarta.

“Lounge” merupakan akronim Learn (tempat berbagi, belajar, dan mendapatkan ilmu), Open (pemerintahan yang terbuka, kolaboratif, dan inovatif), Unity (kebersamaan dalam membangun Jakarta), Network (memperluas jaringan untuk dapat bergabung dengan JSC), Guidance (memberikan arahan pengembangan kota menuju smart city), dan Excellence (memberikan pelayanan publik yang terbaik).

“Di Jakarta Smart City Lounge kami mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dengan mengedepankan kolaborasi dan transparansi untuk mengelola sumber daya kami agar lebih efisien dalam menyelesaikan permasalah di Jakarta,” kata Setiaji, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City.

Dengan luas 500 m2, JSC Lounge dilengkapi sejumlah ruangan pendukung, antara lain: Monitoring Room yang menjadi pusat koordinasi antara Jakarta Smart City dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait pengaduan warga dan permasalahan yang terjadi di Jakarta, V-Meeting Room yang merupakan ruang rapat yang dilengkapi teknologi smart glass yang berhadapan langsung dengan hyperwall di Monitoring Room, Ruang Kepala Unit Pengelola JSC, Ruang Staf, serta Ruang Operasional.

JSC Lounge berfungsi sebagai lokasi operasional pengelolaan dan pemanfaatan aplikasi serta portal JSC, menjadi pusat monitoring bagi beragam aktivitas Kota Jakarta, serta mewadahi proses analisis terhadap data-data yang dimiliki oleh JSC.

Monitoring Room JSC saat ini terintegrasi dengan sejumlah sensor di antaranya CCTV, pantauan tinggi muka air, GPS, dan lokasi sejumlah petugas yang terlibat aktif dalam kegiatan operasional. Integrasi juga dilakukan pada berbagai kanal aspirasi warga yaitu aplikasi pengaduan warga, media sosial, email, SMS, hingga forum online.

Bertepatan dengan peluncuran JSC Lounge, diperkenalkan pula tampilan terbaru portal Jakarta Smart City (smartcity.jakarta.go.id) yang lebih interaktif dan user-friendly. Selain itu, ada pula portal untuk melihat kinerja kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov DKI Jakarta (kpi.jakarta.go.id). Warga dapat memberikan komentar maupun umpan balik terhadap capaian kinerja mereka. Ada pula executive dashboard — sebuah aplikasi terpadu untuk memantau berbagai informasi yang telah terintegrasi di JSC, serta Citizen Relationship Management (CRM) sebagai platform untuk merespon berbagai aspirasi warga.

Pada bidang data dan analisis, JSC telah berhasil mengintegrasikan 265 dataset dari dinas-dinas Pemprov DKI sejak akhir tahun 2014 (tahun terbentuknya Unit Pengelola Jakarta Smart City). Selain itu, bidang ini juga melakukan proses analisis data 3in1 dan sterilisasi busway untuk membantu Dinas Perhubungan dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta dalam mengambil keputusan, membantu Badan Perencanaan Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam mengolah data usulan Musrenbang, serta melakukan analisis pemetaan daerah rawan banjir dan status rumah pompa dalam membantu Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta.

Dalam tugasnya mengelola aduan masyarakat via aplikasi Qlue, UP Jakarta Smart City berusaha mendorong agar tindak lanjutnya dapat diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran. Berdasarkan data yang berhasil diolah, semua laporan via Qlue yang menjadi tupoksi kelurahan sejak bulan Maret dapat diselesaikan kurang dari tiga hari.

JSC juga terus melakukan sosialisasi seperti melalui media sosial terverifikasi. Saat ini akun Twitter @JSCLounge telah memiliki 16.200 pengikut sementara Facebook hampir 22.541 penggemar. JSC juga turut melakukan sosialisasi offline dengan berpartisipasi pada acara-acara seperti Jakarta Fair di Kemayoran, Institut Otonomi Daerah, hingga Sidang Tahunan Islamic Development Bank.

Sejak Desember 2015 hingga kini, JSC Lounge telah menerima 108 kunjungan resmi mulai dari Presiden Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri Singapura, hingga mahasiswa/pelajar dalam dan luar negeri dari segala jenjang. Saat ini JSC Lounge juga telah menjadi bagian dari Wisata Balai Kota yang dapat dikunjungi setiap hari Sabtu dan Minggu.

Categories: Artikel

One comment

  1. Bangkit Pratama Mesda said on August 29, 2016
    aplikasi terintegrasi akan membuat JSC semakin powerful

You must be logged in to post a comment.