Penerapan Intelligent Transportation System Jadi Solusi Kemacetan Kota

Kemacetan jadi hal identik setiap kota besar di Indonesia. Apa dan bagaimana solusinya? ALE & CGC menggelar event community gathering yang mengundang sejumlah narasumber kompeten agar solusi kemacetan segera terpecahkan.

Jakarta dan kota-kota besar lainnya mungkin selama ini identik dengan kemacetan. Terdengar klasik memang, namun kemacetan hingga saat ini masih menjadi  masalah yang sulit diuraikan. Mengoptimalkan teknologi dengan mengusung konsep transportasi smart city diharapkan menjadi jalan keluar dari masalah ini.

Community gathering yang digelar Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia (ALE), perusahaan terkemuka sekaligus penyedia jasa dan solusi komunikasi bekerjasama dengan Connected Government Community (CGC) mencoba menggali akar permasalahan dan mencarikan solusi dari masalah yang biasa dialami kota-kota besar di Indonesia ini.

Bertempat di Seribu Rasa Restaurant, Menteng, Jakarta, community gathering ini mencoba memberikan solusi melalui sistem transportasi terintegrasi yang dikenal dengan sebutan Intelligent Transportation System (ITS) antar daerah yang ada di Indonensia.

Hadir sebagai pembicara, Setiaji, Head Unit Of Technical Management (UPT) Smart Cities Jakarta, Ernest Lee, VP Government Vertical ALE Asia Pasific, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, dan Adios Purnama, Country Manager ALE Indonesia. Praktisi IT, Budi Raharjo, didaulat sebagai moderator dalam acara ini.

Setiaji yang menjadi pembicara pertama menyoroti masalah lalu lintas di Jakarta yang memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Mulai dari kemacetan, pelanggaran lalu lintas, hingga keberadaan transportasi umum yang nyaman untuk masyarakat menjadi beberapa sorotannya.

Sistem transportasi disebut Setiaji menjadi fokus utama dalam membangun Smart City di Jakarta. “Kami sedang memikirkan bagaimana masyarakat yang ada di Jakarta bisa lebih banyak menggunakan free transportasi yang nyaman untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di Jakarta.” Kata Setiaji.

Sementara Ahyani Raksanagara berpendapat konsep sistem transportasi yang terintegrasi sangat diperlukan agar ada koordinasi yang baik dalam rangka mewujudkan smart city di setiap daerah. Ahyani menyebut integrasi antara Bandung dan Jakarta sangat diperlukan agar kita bisa memantau kendaraan-kendaraan yang masuk ke Jakarta yang berasal dari Bandung begitu juga sebaliknya.

Ahyani juga menjelaskan saat ini pemerintah Kota Bandung melakukan pemantauan transportasi dari dua tempat kendali yakni Area Traffic Control System (ATCS) dan Bandung Command Center (BCC). Sistem ini menurut Ahyani mendukung efisiensi waktu dan biaya karena pemantauan lalu lintas di Kota Bandung dapat langsung dipantau melalui ATCS dan BCC. “Rekayasa lalu lintas dapat dilakukan dari ATCS sementara untuk menganalisa keadaan lalu lintas dapat dilakukan melalui BCC.” Kata Aryani di depan audiens yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan yang hadir di community gathering ini.

Sistem transportasi berbasis teknologi dan komunikasi menjadi salah satu fokus utama ALE Indonesia dalam mengembangkan Intelligent Transport Systems, untuk itu menurut Ernest Lee, ALE meyakini penerapan teknologi berfungsi sebagai enabler yang memberikan kemudahan bagi masyarakat urban serta mendukung percepatan pembangunan smart cities di Indonesia.

Ernest Lee meyakini penerapan teknologi dalam sistem transportasi di Indonesia bisa merubah prilaku masyarakat menjadi lebih baik. Selain itu, teknologi juga bisa menjadikan kualitas hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

Sejalan dengan Ernest Lee, Adios Purnama, juga meyakini jika keberadaan ITS tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban namun juga bisa dioptimalkan untuk faktor pertahanan dan ketahanan negara. Dari berbagai studi kasus, menurut Adios Purnama, teknologi ITS juga dimanfaatkan sebagai pengawasan di beberapa titik seperti di stasiun kereta dan halte bus.

 

Berikut adalah beberapa foto-fotonya:

 

Categories: Artikel

2 comments

  1. Septiawan said on March 22, 2017
    Nice Event... tinggal kolaborasi antara pihak terkait untuk mewujudkan integrated intelligent trasportation
    1. Ichita M Puspa said on April 4, 2017
      Terimakasih, Kami tunggu kehadiran anda di event kami yang mendatang ya

You must be logged in to post a comment.