Tantangan Membangun Jaringan IT Dalam Ruang Pendidikan Smart Education di Tingkat Sekolah

Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi bersifat mobile dan implementasi Internet of Things akan menjadi alternatif baru dalam kegiatan belajar mengajar. Keduanya membutuhkan infastruktur jaringan dan kelengkapan IT yang khas.

Di satu sisi, teknologi dan gawai mobile membutuhkan koneksi nirkabel berkecepatan tinggi yang dapat diandalkan, sementara penerapan teknologi IoT membutuhkan kekuatan sistem pertahanan jaringan dan data yang kuat. Untuk meningkatkan mobilitas jaringan di seluruh area sekolah, penerapan teknologi IoT harus memiliki pertahanan tinggi karena ratusan gawai setiap harinya mengakses jaringan tersebut. Sedangkan aspek mobilitas gawai membutuhkan jaringan yang melingkupi sekolah.

Terdengar kompleks, tapi keduanya mungkin diaplikasikan.

Dua faktor tersebut termasuk dalam beberapa tantangan yang harus dipecahkan saat membangun jaringan IT di tingkat sekolah. Beberapa tantangan tersebut adalah tingkat pemahaman komprehensif terhadap batas kemampuan jaringan yang sedang beroperasi, bagaimana menyediakan jaringan berkecepatan tinggi dan memastikan core/data center dapat berfungsi dengan lancar, asesmen terhadap peningkatan kualitas jaringan, keluwesan dan mobilitas akses terhadap jaringan, penyederhanaan manajemen jaringan, serta peningkatan keamanan jaringan.

Masa depan dunia pendidikan akan dipengaruhi oleh perkembangan dua tren teknologi yang tengah berkembang pesat, yaitu IoT dan device mobility. Masing-masing membutuhkan infrastruktur IT dengan spesifikasi tersendiri walau berada dalam satu manajemen. Spesifitas kedua model koneksi tersebut harus diintegrasikan untuk menghindari command dan protokol keamanan/akses user agar tidak saling berkontradiksi.

Di satu sisi, device mobility membutuhkan koneksi di segala sudut sekolah, sementara IoT membutuhkan tingkat pertahanan tinggi, kecepatan tinggi yang konsisten sebagai penghubung berbagai sensor, gateway, gawai dan penyimpanan berbasis cloud pada sentra manajemen IT juga core/data center. Keduanya harus mampu beroperasi di zona luar kelas, seperti lapangan olahraga, bahkan taman bermain.

Beberapa tantangan pembangunan infrastruktur IT di ruang pendidikan digital antara lain adalah manajemen koneksi nirkabel di setiap penjuru sekolah, kebutuhan akan jaringan berkecepatan tinggi, pengetatan keamanan jaringan, serta zonasi IoT yang sederhana dan aman. Jaringan seperti ini bisa dibangun dengan bujet bersaing melalui model manajemen yang terintegrasi.

Manajemen jaringan ini dapat dieksekusi melalui Alcatel-Lucent OmniVista™ 2500 Network Management System (NMS), langkah berikutnya adalah peningkatan kualitas core/server dan data center jaringan menjadi switch berkapasitas tinggi seperti OmniSwitch Stackable LAN Switches dan OmniAccess Controllers and Access Points.

Dalam ‘Laying the Groundwork For Tomorrow’s Digital Schools’, The Paulding County School District (sekolah distrik terbesar ke-13 di Negara Bagian Georgia, AS) tercatat menaungi 19 sekolah dasar, sembilan SMP dan 5 SMA, dengan total murid sebesar 28.500 orang dan pegawai sebanyak 3.400 orang.

Jaringan The Paulding County School District terhubung dengan 8.000 hingga 10.000 koneksi setiap saatnya. Bersama Alcatel Lucent-Enterprise, distrik sekolah ini menggunakan pengalih jaringan tetap (dedicated switch) di tiap kelas dan ruang belajar, sementara model access point digunakan di tiap lorong sekolah. Kedua jaringan LAN dan nirkabel diatur oleh manajemen sentral.

Kebutuhan akan jaringan internet berkecepatan tinggi, aman dan bisa diandalkan menyaratkan pembangunan infrastruktur yang spesifik pula. Bagaimana kebutuhan sekolah dan angka pengakses harus disesuaikan dengan kekuatan jaringan yang dimiliki sekolah. Sekolah dalam jaringan satu yayasan di lokasi berjauhan tentu memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan kompleks sekolah terpadu.

Berbagai tantangan yang dihadapi sekolah saat membangun infrastruktur jaringan harus diukur terlebih dulu sebelum jaringan didirikan. Dengan prasyarat yang mendetil dan kalkulasi spesifik, mampukah sekolah-sekolah Indonesia melakukan transformasi digital secara terukur dan terencana?

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.