Smart Learning Environment Sebagai Komponen Penting Smart Education

Smart Learning Environment Sebagai Komponen Penting Smart Education

Skema Smart Learning Environment (SLE) di paradigma Smart Education, menyaratkan sebuah ekosistem digital yang didukung teknologi terkini, lengkap dengan jaringan internet dan Internet of Things.

Ekosistem ini diharapkan dapat beradaptasi dan menyediakan berbagai dukungan yang tepat bagi kebutuhan para pelajarnya. Kebutuhan yang dapat diketahui berdasarkan analisis perilaku belajar, kemampuan menyerap pelajaran serta konteks lokasi di mana mereka “berada” (baik online maupun offline).

Di sisi lain, materi pelajaran menjadi salah satu perhatian utama, karena materi-materi tersebut memungkinkan pelajar untuk meningkatkan kemampuan mereka secara efektif dan efisien. Materi ajar ini harus sudah sesuai dengan konteks, mudah diakses, cepat beradaptasi, serta memancing penggunaan indera (audio, visual, dll).

Saat ini bahan ajar non-buku teks menjadi titik perhatian seiring peningkatan penggunaan perangkat elektronik seperti laptop/notebook, tablet dan ponsel pintar dalam kegiatan belajar-mengajar, baik oleh pengajar maupun siswa. Bahan ajar yang menggunakan teks, audio dan visual ini diharuskan dapat bersifat interaktif guna menarik perhatian pelajar serta memengaruhi kelima indera agar ilmu dapat diserap dengan efektif-efisien.

Menurut perbandingan hasil survey yang ditampilkan dalam bab VIII, Study Materials in Smart Learning Environment – A Comparative Study karya Blanka Klimova dan Ivana Simonova kebanyakan responden dapat menerima bahan ajar dalam bentuk elektronik, baik online atau offline.

Blanka Klimova dan Ivana Simonova, di Smart Education and Smart e-Learning menemukan bahan ajar dan buku cetak masih diminati para pelajar, walau angka peminatnya kerap menurun. Tercatat 54% responden masih menggunakan bahan ajar cetak, separuhnya memilih belajar dari bahan ajar digital atau multimedia.

Salah satu faktornya adalah ketersediaan perangkat mobile seperti ponsel pintar, tablet atau reader yang kini terjangkau bagi pelajar dan orangtua mereka. Penggunaan gawai tersebut juga didukung oleh bahan ajar, jurnal serta berbagai teks lain yang sudah tersedia dalam bentuk elektronik-digital.

Beberapa faktor pendukung yang mendorong pelajar untuk memilih format tersebut adalah:

  • Kemudahan akses atas berbagai bahan ajar.
  • Kemudahan menganalisa ulang informasi yang sudah dipaparkan pengajar di kelas.
  • Menghemat waktu di perpustakaan atau toko buku.
  • Memudahkan pelajar mengakses pengetahuan baru secara tepat.

Melihat kecenderungan ini, institusi pendidikan harus mulai melirik Smart Education sebagai langkah krusial dalam kerangka transformasi digital menyongsong era 4.0 dan paradigma Smart City. Skema Smart Learning Environment dan Digital Campus dibangun dari tingginya mobilitas perangkat, jaringan IoT dan kemudahan perpindahan jaringan tanpa keterputusan akses.

Menurut dari Alcatel-Lucent Enterprise menyatakan bahwa dua skema tersebut membutuhkan jaringan nirkabel berkemampuan tinggi. Tak hanya itu, jaringan ini juga harus memiliki model pengoperasian yang sederhana serta menggunakan keamanan tingkat tinggi dan siap digunakan untuk jaringan IoT.

Arsitektur jaringan ALE dan produk Alcatel-Lucent OmniAccess® Stellar WLAN Solution menyediakan solusi dan fondasi digital untuk jaringan pendidikan tersebut, yaitu:

  • Jaringan internet/Wi-Fi berkemampuan tinggi sebagai fondasi dasar Smart Learning Environment dan Digital Campus. Lebih dari sekedar coverage dan bandwidth, jaringan ini nantinya akan mengontrol setiap perangkat elektronik yang terhubung, serta mengurus akses internet area padat seperti ruang kelas, lapangan olahraga dan lorong-lorong gedung.
  • Unified access yang memudahkan device onboarding bagi para siswa dan staf.
  • Manajemen IT yang efisien melalui jaringan yang sederhana untuk dioperasikan dan diatur dengan SDM terbatas.
  • IoT Containment agar Smart Learning Environment dan Digital Campus terwujud lewat kemudahan onboarding device yang aman untuk dioperasikan.
  • Jaringan dengan kemampuan terukur (scalable) yang mampu memenuhi kebutuhan teknologi pendidikan di masa depan.

Dengan pesatnya kecepatan teknologi digital, khususnya di sektor pendidikan, maka institusi pendidikan pun harus dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jika di awal menjamurnya koneksi internet dan ponsel pintar dianggap sebagai gangguan di dalam kelas atau ruang belajar, maka Smart Learning Environment dan Digital Campus justru memanfaatkan kemudahan akses teknologi tersebut. Sudah siapkah institusi pendidikan di Indonesia bergerak bersama paradigma Smart Education?

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.