Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan Melalui ICT dan Internet of Things

Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan Melalui ICT dan Internet of Things

Di era ini perkembangan model e-learning dan pendekatan pendidikan terbaru turut membentuk tren Smart Education. Berada dalam paradigma Smart City, tren ini menyediakan kesempatan luar biasa bagi siswa untuk mendapat kompetensi profesional dan pengetahuan ilmiah melalui aplikasi teknologi ICT terkini.

Paradigma ini memungkinkan teknologi ICT kontemporer turut memengaruhi perubahan dan transformasi digital di ranah pendidikan. Contohnya adalah implementasi Internet of Things di ruang ajar, serta aplikasi big data analytics sebagai pengolah informasi (dalam berbagai format) tentang pengalaman ajar (guru, dosen, pengampu, dll) dan belajar (siswa).

Data-data ini dapat membantu institusi pendidikan untuk membangun bahan ajar yang telah disesuaikan dengan para siswa, tentu dalam paradigma Smart Education. Maka, paradigma ini diasumsikan dapat memfasilitasi berbagai format e-learning dan blended learning mencapai kualitas kegiatan belajar mengajar bertatap muka dengan lebih cepat, fleksibel dan terarah.

Maka, komponen ICT dalam paradigma Smart Education harus terintegrasi serta memiliki fungsi interaktif dan mobile. Di ranah pendidikan, fungsi tersebut dibutuhkan saat menghadapi generasi digital native. Kondisi telekomunikasi dalam dua dekade terakhir mensyaratkan kepastian koneksi internet di manapun mereka berada.

Kebutuhan ini juga bersilangan dengan perkembangan teknologi pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan IoT. Implementasi IoT dalam paradigma Smart Education dapat diterapkan melalui beberapa perangkat.

Contohnya adalah buku digital bersifat multimedia sebagai materi ajar, tren Bring Your Own Device (BYOD) di mana tiap siswa sudah berbekal perangkat seperti ponsel pintar atau laptop/notebook. Sementara implementasi jaringan IoT seperti smart white board, sensor temperatur pintar (mengatur ventilasi dan AC menurut kebutuhan ruangan), kartu siswa pintar sekaligus alat pemantau kehadiran dan sistem keamanan pintar (pengunci pintu, kamera CCTV dan sistem facial recognition).

Solusi IoT berpotensi mengubah kondisi belajar mengajar di berbagai tingkat pendidikan, juga membantu institusi menyediakan layanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas siswa. Di sisi lain, terdapat juga tantangan bagi institusi pendidikan untuk melindungi jaringan IoT beserta perangkat elektronik dan user-nya. Pengamanan jaringan ini harus dilakukan melalui pendekatan strategi keamanan berlapis.

Management suite dari Alcatel-Lucent Enterprise memiliki semua fungsi dan alat yang dibutuhkan untuk mengatur, mengawasi, menganalisis dan menyelesaikan masalah jaringan secara cepat. Alcatel-Lucent OmniVista® 2500 dapat mengatur LAN, WLAN, core, WAN and data center melalui layarmuka tunggal (juga berfungsi sebagai platform network analytics) yang mudah dioperasikan.

Komponen tersebut juga merupakan bagian penting dari teknologi Unified Access dan Intelligent Fabric. Sementara, modul OmniVista VMM dapat menyediakan visibilitas dan jaringan terintegrasi melalui virtualisasi seperti VMware vSphere, Microsoft Hyper-V dan Citrix Xen.

Management suite tersebut juga memperlebar layanan jaringan, seperti ClearPass Policy Manager yang menyediakan otentifikasi, otorisasi dan akuntansi (AAA), layanan BYOD, akses tamu premium dan advanced policy services. Solusi Alcatel-Lucent Enterprise menyediakan performa tinggi, ketahanan dan semua layarmuka yang dibutuhkan untuk menghubungkan semua user, IoT endpoints, hingga data center, sesuai kebutuhan institusi pendidikan terkait.

Telah diakuinya ICT sebagai komponen krusial paradigma Smart Education mengharuskan insititusi pendidikan yang berorientasi ke masa depan untuk kembali menilik kualitas ICT masing-masing. Lebih dari sekedar memberikan layanan jaringan internet bagi para user dari siswa, administrator dan tamu, kualitas ICT yang dimiliki suatu institusi juga menentukan kualitas layanan dan pengembangan mutu pendidikan mereka.

Categories: Artikel

One comment

You must be logged in to post a comment.