Penggunaan Internet of Things Sebagai Penyokong Smart City

Penggunaan Internet of Things Sebagai Penyokong Smart City

Pada implementasi konsep Smart City, tantangan terbesar datang dari kompleksitas upaya integrasi teknologi heterogen (analog dan digital) antar layanan publik. Terutama dengan fungsi sebagai pengumpul informasi dan data bagi pusat data serta instansi dalam paradigma Smart City.

Guna mewujudkan platform ICT berskala perkotaan, penerapan IoT menjadi sangatlah penting. Namun pada kenyataannya, belum ada parameter jelas mengenai kesuksesan implementasi Smart City, khususnya bagi sistem IoT.

Untuk pemantauan kesehatan struktural gedung publik, IoT dapat digunakan untuk mengumpulkan database guna mengukur kekuatan struktur bangunan melalui sensor, dan mengurangi biaya pengujian berkala oleh operator.

Selain itu, manajemen sampah yang kerap kali menjadi permasalahan kota-kota modern, IoT dapat bantu mengumpulkan input data di berbagai sensor truk pengangkut sampah yang beroperasi di kota. Pada sisi pemantauan kualitas udara, teknologi IoT terutama sensor, dapat memantau kualitas air di area publik krusial seperti taman kota, terminal, stasiun dan daerah sekolah.

Kini berbagai kota-kota Indonesia telah menggunakan pemantauan kamera, namun penggunaan sensor akustik, kebisingan dan getaran di berbagai titik jalanan perkotaan dapat dikumpulkan secara real-time ini menjadi data penting bagi pemerintah dan warga untuk dapat mengambil keputusan mobilitas per jam-nya.

Langkah fundamental untuk mewujudkan realisasi paradigma dan konsep Smart City kini telah telah berjalan di Padova Smart City, Italia sejak 2014. Bersama University of Padova, program ini telah mengimplementasikan model “IoT Perkotaan” dalam paradigma Smart City.

Pelaksanaan model Smart City di Indonesia yang diterapkan di kota Bandung, sudah berjalan sejak September 2016 dan telah menjadi salah satu rujukan bagi perencanaan skema Smart City di Indonesia dalam implementasinya.

Program Bandung Smart City telah diimplementasikan di berbagai titik, seperti di Bandung Control Room, layanan internet nirkabel publik di Masjid/Gereja Net, integrasi akses internet antarinstansi pemerintahan, serta Kartu Parkir Prabayar. Perangkat dan sistem IoT yang terhubung seperti CCTV, juga telah digunakan sebagai security measure di wilayah kota Bandung. Sementara itu, implementasi paradigma Smart City pada Provinsi DKI Jakarta, yaitu Jakarta Smart City.

Berbagai masalah perkotaan di Indonesia kini tidak hanya sekadar dapat diselesaikan oleh temuan berbasis operator manusia, namun juga oleh kesadaran pemerintah kota dan warga untuk mulai menjajaki pentingnya pendekatan pengumpulan informasi berbasis IoT. Lewat kemudahan serta kesederhanaan operasional jaringan dan sistem IoT sebagai penyokong Smart City, sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah kota guna menyelaraskan perkembangan layanan berbasis ICT.

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.