Smart Education: Strategi Untuk Mendukung Proses Belajar

Smart Education: Strategi Untuk Mendukung Proses Belajar

Beberapa tahun terakhir, pemerintah dan sekolah-sekolah di Indonesia menghadirkan konsep smart education dan mengubah cara belajar menjadi lebih efektif. Berikut ini beberapa contoh penerapan smart education yang juga dapat diikuti oleh lebih banyak sekolah di Indonesia.

Paperless book

Sebelum smart education diterapkan, materi pembelajaran yang digunakan di sekolah hanya berbentuk cetak, contohnya buku dan lembar soal. Namun, sekarang sekolah menggunakan materi pembelajaran digital, seperti tugas dalam bentuk file PDF dan video yang bisa dibagikan melalui layanan cloud. Manfaatnya, murid dan guru dapat menggunakannya di rumah dan di ruang kelas secara real time.

Tidak hanya membagikan tugas secara online, para guru juga bisa mengabsen dan memantau rekapitulasi nilai murid-murid melalui smartphone. Hal tersebut sudah diterapkan dengan menggunakan aplikasi buatan Indonesia, yaitu EdConnect Lite. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah tugas menajemen sekolah dalam mengelola administrasi dan memantau hal-hal yang berhubungan dengan proses belajar. Dengan menggunakan aplikasi EdConnect Lite, para guru dapat menghemat waktu dalam mengelola absensi, tugas, dan penilaian ujian. Saat ini, sekitar 13 sekolah swasta di wilayah Jabodetabek dan Bandung memakai EdConnect Lite.

Guru, murid, dan orang tua yang terhubung

Pemanfaatan ICT di dunia pendidikan semakin meluas, mulai dari input nilai secara online, e-learning, online courses, e-library, hingga info jadwal ujian. Contohnya, Sekolah Al-Azhar bekerja sama dengan Doku, membuat aplikasi bernama Salam Al-Azhar. Dengan aplikasi ini, orang tua bisa memantau pembayaran biaya pendidikan, pendaftaran murid baru (PMB), hingga nilai murid secara real time.

Ujian online

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghadirkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). UNBK diselenggarakan untuk membantu mengurangi biaya, menghindari kecurangan siswa, dan menurunkan kemungkinan kebocoran soal ujian. Namun, pelaksaan UNBK belum merata. Berdasarkan data Kemendikbud, Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Atas tahun 2017 diikuti oleh 1.812.035 murid di Indonesia. Sebanyak 1.144.294 murid mengikuti UNBK dan 667.741 murid mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Ketersediaan listrik, fasilitas komputer, dan jaringan internet yang belum memadai menjadi kendala dalam menerapkan UNBK secara merata.

Untuk mendukung penerapan smart education yang lebih merata, infrastruktur IT dan jaringan wi-fi perlu ditingkatkan. Alcatel-Lucent Enterprise dengan solusi jaringan kabel dan jaringan nirkabel dari OmniSwitch Series dan OmniAccess Stellar Series dapat dikelola secara terpusat dengan OmniVista. Layanan berbasis lokasi juga dapat ditambahkan ke jaringan untuk mendukung fitur pelacakan lokasi dan memberikan keamanan di sekolah.

Selain itu, Alcatel-Lucent Enterprise menawarkan Rainbow sebagai layanan Cloud-based UC service (UCaaS) untuk memudahkan kolaborasi antara guru, siswa, staf, dan orang tua. Dengan menggunakan contact management, presence, chat, audio/video call, screen sharing and file sharing, Rainbow dapat menjadi platform untuk setiap komunikasi di sekolah, dari staf ke staf dan guru hingga siswa. Dengan API yang disediakan, Rainbow juga bisa diintegrasikan dengan aplikasi lain, seperti perangkat lunak manajemen kelas atau platform e-learning. Strategi dan solusi ini akan membantu lebih banyak sekolah di Indonesia untuk semakin siap menerapkan smart education yang lebih efektif dan berorientasi masa depan.

Categories: Artikel

3 comments

  1. Lismilasari Satari said on March 15, 2019
    sebenarnya metode ini bagus d terapkan d sekolah untuk memudahkan orang tua dan murid jg guru memantau perkembangan belajar dan jg kegiatan scr individual..namun d lain sisi apakah sdh bisa d terapkan untuk semua tingkat sekolah dan merata baik negeri maupun swasta??..
  2. Puji Andreanto said on March 20, 2019
    semakin maju penggunaan teknologi untuk indonesia yg maju, mdh2an diiringi dengan kemajuan sumber daya manusia dan kematangan berfikir dan bertindak dalam pemanfaatan teknologi tersebut. salam
  3. Cecep Wahyono Rahman said on March 21, 2019
    perkembangan tekhnologi semakin maju, banyak produk seperti ini bermunculan. yang lagi viral adalah apps ruang guru. apa perbedaan mendasar dgn apps ruang guru? btw kami sebagai masyarakat semakin happy dgn banyak apps dan platfotms yg memudahkan masyarakat milenial. (cwr)

You must be logged in to post a comment.