Alcatel-Lucent Enterprise Mendukung Transformasi Digital di Indonesia

Alcatel-Lucent Enterprise Mendukung Transformasi Digital di Indonesia

Alcatel-Lucent Enterprise (ALE), penyedia solusi komunikasi terintegrasi, menyelenggarakan ALE Government Event 2019: The Future of Government di Jakarta pada Kamis, 21 Maret 2019. Acara bertema Preparing the Cities and Citizen for Connected Future ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital serta memberikan kontribusi bagi penerapan e-government, smart city, dan smart education di Indonesia. Hal ini sesuai dengan misi ALE untuk menghubungkan berbagai hal dan menciptakan pengalaman teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “Fokus Alcatel-Lucent Enterprise ke depan adalah connectivity, internet of things, advanced intelligence, dan cloudonomics,” kata Adios Purnama, Country Manager ALE Indonesia. 

Acara ALE GovDay 2019 ini dihadiri oleh instansi pemerintah, partner di bidang teknologi dan komunikasi, distributor, dan customer ALE. Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang diwakili oleh Drs. Nizam Waham, MM., Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika, menyampaikan bahwa Kominfo mendorong terwujudnya smart city di Indonesia agar warga bisa berkembang dan merasa nyaman. Dari sisi ekonomi, bisnis juga bisa berkembang di smart city.

Menurut Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), smart city diharapkan bisa membawa perubahan dan memperbaiki quality of life. Smart city dan e-government dapat berkolaborasi dan terhubung untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Denny Widodo, Head of Planning and ICT Governance Kementerian Luar Negeri memperkenalkan portal Peduli WNI dan aplikasi Safe Travel yang diluncurkan oleh Kemlu pada tahun 2017 dan 2018. Peduli WNI diciptakan untuk memfasilitasi pendataan WNI yang menetap di luar negeri, sedangkan Safe Travel berisi informasi yang Anda perlukan ketika berada di luar negeri. Penggunaan teknologi ini merupakan salah satu wujud penerapan e-government di kementerian.

Untuk membantu warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri agar dapat saling terhubung dengan mudah, ada aplikasi Diaspora Connect yang diciptakan oleh generasi muda Indonesia. Arief Hakim Askar, CEO Indonesian Diaspora Connect, menjelaskan bahwa warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri dapat menjalin lebih banyak koneksi dan mendapatkan berbagai informasi dengan menggunakan aplikasi Diaspora Connect.

Salah satu customer ALE, yaitu Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan, juga hadir untuk berbagi pengalaman mengenai pengimplementasian produk ALE di perguruan tinggi negeri. Muhammad Irfan Jambak, Ph.D, Head of ICT Unsri, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi yang terpadu bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kinerja di kampus.

Para distributor dan partner teknologi ALE seperti ACA Pacific, Lenovo, Samsung, Sangfor, Fujitsu, Virtus, dan Artapala juga membawa solusi teknologi dan komunikasi untuk mendukung penerapan e-government, smart city, dan smart education yang aman dan lebih efisien. Produk-produk yang dipamerkan oleh para partner dapat disesuaikan untuk berbagai keperluan bisnis.

Dalam acara ini, ALE juga meluncurkan Connected Government Community (CGC) App secara resmi, dan sudah dapat diunduh di Play Store dan App Store. Di dalam CGC App, terdapat fitur Blog dan fitur Library yang berisi artikel, case study, dan beragam informasi terkait e-government, smart city, smart education, dan lain-lain. Untuk mempermudah pengguna CGC App dalam berkomunikasi dan berdiskusi, tersedia fitur Conversation dan fitur Forum yang dapat diakses dengan mudah. CGC App yang berbasis platform ALE Rainbow dan produk-produk ALE yang inovatif dapat berkontribusi dalam mendukung penerapan e-government, smart city, smart education, dan lainnya di Indonesia.

 

 

Categories: Artikel

No comments yet, be the first to leave one!

You must be logged in to post a comment.