Artikel

Refleksi Implementasi Smart City di Indonesia

Melalui buku ‘Understanding Smart Cities’, Leonidas G. Anthopoulos menuliskan  Kota Digital Kyoto, Jepang (yang dicanangkan sejak 1998) dapat menjadi contoh keterhubungan antara “dua kota” – kota fisik dan kota digital. Integrasi keduanya secara real-time dapat memberikan manfaat bagi warga – di mana informasi dari kota digital mendukung kota fisik Kyoto.

Internet of Things Sebagai ‘Invisible Hand’ Dalam Paradigma Smart Government

Internet of Things kerap disebut akan mengubah paradigma dan cara pemerintah beserta instansinya menyelenggarakan berbagai fasilitas publik. IoT diklaim dapat menghubungkan instansi pemerintahan dan warga kota dengan lebih baik, aman dan responsif dalam menyelenggarakan pemerintahan, serta dianggap dapat meningkatkan kepercayaan kedua belah pihak melalui proses real-time transparan.

Artificial Intelligence Kognitif Dalam Pertahanan Informasi Teknologi dan Komunikasi

Di masa kini, metode keamanan dan pertahanan informasi secara umum dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu analyst-driven atau unsupervised machine learning-driven. Namun dengan cepatnya perkembangan teknologi serta maraknya kasus serangan siber, apakah penerapan teknologi Artificial Intelligence Kognitif dapat menjadi solusi dalam menanggulangi permasalahan keamanan tersebut?

Jaringan Internet Protocol (IP) Sebagai Tulang Punggung Integrasi Antartransportasi Publik Jabodetabek

Di akhir 2017, penumpang Transjakarta mencapai 486.000/hari dan KRL Commuter Line mencapai 960.109 penumpang per hari (hitungan akhir 2017). Volume besar ini tentu membutuhkan jaringan antartransportasi umum yang terintegrasi dalam sistem IP (Internet Protocol) di satu layarmuka. Hal ini dirasa perlu untuk segera diterapkan, mengingat integrasi dan sinkronisasi keduanya memiliki potensi untuk dapat menyelesaikan berbagai keruwetan layanan transportasi publik di ruas Jabodetabek.